Axioo turut meramaikan segmen
smartphone 4G LTE dengan
meluncurkan duo Venge Series di Jakarta, Kamis (26/11). Dua produk yang
diperkenalkan oleh produsen PC lokal yang juga berkecimpung dalam pasar
smartphone ini adalah Venge dan Venge X.
Samuel Lawrence, CEO Axioo, mengungkapkan bahwa penerus seri
Picophone ini mengunggulkan RAM berjenis LPDDR3 dengan kapasitas 3 GB.
Seri RAM tersebut diklaim dua kali lebih cepat dari generasi sebelumnya,
sementara konsumsi dayanya 40 persen lebih rendah.
Dilepas dengan harga mulai dari Rp2 jutaan
Axio Venge memiliki layar 5 inci, sedangkan Venge X mengusung layar
5,5 inci plus Gorilla Glass 3. Keduanya menggunakan prosesor Mediatek
MTK 6735 64-bit yang menurut Axioo lebih baik dari Snapdragon 410.

Meski prosesornya sama-sama Mediatek MT6735, kecepatan dan
core masing-masing model berbeda. Venge menggunakan versi
quad-core 1 GHz, sementara Venge X dibekali versi yang lebih gegas, yakni
octa-core 1,3 GHz.
Dari sisi kamera, Axioo menggunakan sensor Sony dengan resolusi 8 MP
di bagian belakang dan 2 MP di depan. Sama seperti prosesor, Axioo
menyematkan versi yang lebih baik pada Venge X, meski hanya untuk kamera
utamanya saja yang menggunakan sensor 13 MP dari Samsung. Kamera
depannya tetap dengan sensor 2 MP.
| | AXIOO VENGE | AXIOO VENGE X |
| OS | Android 5.1 Lollipop | Android 5.1 Lollipop |
| Layar | 5 inci | 5,5 inci |
| Prosesor | Quad-core 1 GHz Mediatek MT 6753 | Octa-core 1,3 GHz Mediatek MT 6753 |
| RAM | 3 GB | 3 GB |
| Kapasitas penyimpanan | 16 GB | 16 GB |
| Kamera depan | 2 MP | 2 MP |
| Kamera belakang | 8 MP | 13 MP |
| Kapasitas baterai | 2.100 mAh | 3.000 mAh |
| Harga | Rp2,2 juta | Rp3,3 juta |
Seperti bisa dilihat pada tabel di atas, perbedaan juga ditemukan
pada kapasitas baterai. Axioo membenamkan baterai 2.100 mAh pada Venge
dan 3.000 mAh untuk Venge X.
Meski begitu, kedua
smartphone dilengkapi teknologi Axioo
Rapid Charge. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengisi daya lebih dari
50 persen hanya dalam waktu satu jam.
Perbedaan-perbedaan di atas berimbas pada harga keduanya yang
berselisih satu jutaan. Axioo membanderol Venge seharga Rp2,2 juta,
sementara Venge X ditawarkan di angka Rp3,3 juta.
Produk dengan kemampuan RAM besar masih jarang dan
harganya cukup mahal. Karenanya, Axioo mencoba meluncurkan produk untuk
menjawab kebutuhan tersebut.
Kedua
smartphone dari seri Venge ini akan dipasarkan mulai awal Desember mendatang melalui sistem
pre-order di beberapa
e-commerce yang bekerja sama dengan Axioo.
Rangkul developer ROM lokal

Bersamaan dengan diluncurkannya Axioo Venge series, Axioo bersama
developer-developer lokal membentuk wadah kreatif dalam bentuk komunitas
untuk bersama-sama mengembangkan
NusaMOD. Secara singkat, NusaMOD adalah
firmware aftermarket untuk beberapa
smartphone berbasis Android.
Firmware ini dikembangkan dengan basis
stock kernel dan Android Open Source Project (
AOSP), namun dengan antarmuka yang ringan dan fitur yang lebih lengkap.
Sejak awal dirilis, Android mengalami fenomena cukup unik dibanding sistem operasi
mobile
yang lain. Setiap produk Android hadir dengan beragam modifikasi. Salah
satu yang paling ekstrim adalah modifikasi sistem operasi, yang sering
dikenal dengan sebutan ROM
custom.
Karena memiliki tampilan dan fitur yang berbeda dengan Android bawaan (
stock) produsen
smartphone-nya, ROM
custom
memberikan kebanggaan tersendiri bagi pengguna. Menurut Antonius Fran
Setiawan, Senior Developer NusaMOD, Indonesia punya banyak developer ROM
custom, namun belum banyak yang memberikan sentuhan Indonesia ke dalam ROM buatan mereka.
“Kami ingin mengumpulkan rekan-rekan developer lokal untuk berkarya dan membuat ROM
custom ala Indonesia,” tambah Antonius.
NusaMOD, yang masih dalam fase
alpha, dikembangkan dengan Axioo S2L dan Picophone X2. Nantinya, ROM
custom ini dapat dipakai di semua
smartphone Android. Karena itu, Antonius berharap akan ada banyak developer ROM yang bergabung dengan proyek ini.
“NusaMOD saat ini sedang dalam fase awal pengembangan antarmuka dan